Arsip untuk ‘Kardiovaskuler’ Kategori

Gagal Jantung

September 21, 2007


Gagal Jantung adalah kegagalan organ jantung untuk mengalirkan darah guna memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh. Penyebab dari gagal jantung mulai dari kelaianan katub jantung bawaan, pembuluh darah koroner yang tersumbat, darah tinggi (hipertensi), kencing manis (diabetes melitus), kegemukan (obesitas), infeksi dari difteri, hepatitis virus C, bahkan karena obat (obat kanker). Gejala dari gagal jantung adalah sesak nafas, berdebar - debar, keterbatasan melakukan aktifitas (mudah capek), terbangun malam hari karena sesak nafas, tidur dengan bantal kepala tinggi baru lega bernafas, kaki bengkak. Pengobatan gagal jantung terutama adalah mengoreksi kelaianan yang mendasari gagal jantung. Obat yang lazim dipakai pada gagal jantung adalah obat untuk menbuang cairan dari badan agar beban cairan tidak menambah kerja jantung (pembuat kencing jadi banyak)dan obat penguat otot jantung (digitalis).

Gagal Ginjal

September 18, 2007


Gagal ginjal adalah penurunan fungsi ginjal untuk membersihkan tubuh dari sisa - sisa metabolisme tubuh. Adapun sisa - sisa metabolisme itu adalah ureum dan creatinin. Penyebab dari gagal ginjal beraneka macam penyebnya. Terdapat tiga golongan sebagai penyebab dari gagal ginjal yakni pre-renal, renal dan post-renal. Pada kebanyakan sebagai penyebabnya pada masyarakat kita adalah penyalahgunaan obat penghilang rasa nyeri (encok,pegel-linu) berlebihan, darah tinggi yang tidak terkontrol atau yang sengaja tidak mau/lalai minum obat darah tinggi, penderita kencing manis, peradangan sel ginjal (glomerulonephritis) dan batu ginjal. Gejala yang dialami pada penderita gagal ginjal justru bukan rasa pegal di pinggang, tetapi rasa lemas, mual, pusing sebagai akibat dari penumpukan sisa metabolisme yang tidak bisa keluar sebagai kencing.
Pengobatan dari gagal ginjal ini berdasarkan penyebabnya. Tetapi secara umum mengurangi asupan makan yang menjadi supply sisa metabolisme yang tinggi seperti protein yang nilai biologinya rendah, pembatasan cairan, pengaturan elektrolit darah.

Langkah - langkah Turunkan Hipertensi

Juni 11, 2007

Kesehatan - 7 LANGKAH TURUNKAN HIPERTENSI

Oleh Dr. IMRAN NITO SpPD

Bagi para penderita tekanan darah tinggi, penting mengenal hipertensi dengan membuat perubahan gaya hidup positif. Jika anda baru saja menemukan tekanan darah anda tinggi dan tengah berusaha menurunkannya, tak perlu khawatir ikuti tujuh langkah berikut untuk membantu mengatasinya:

Langkah 1: Mengetahui resiko
Tanya pada diri sendiri pertanyaan berikut: Apakah anda memiliki sejarah keluarga penderita hipertensi?
Apakah anda memiliki berat badan berlebih? Apakah anda makan makanan berkadar garam tinggi? Apakah anda cukup olahraga atau apakah anda perokok? Jika jawaban and ya pada salah satu pertanyaan di atas, anda beresiko memiliki tekanan darah tinggi.

Langkah 2: Mengontrol pola makan
Apabila anda ingin terhindar dari resiko hipertensi, jauhi makan makanan berlemak dan mengandung garam.
American Heart Association menyarankan konsumsi maksimum garam sebanyak satu sendok teh per hari. Sementara lemak memang dibutuhkan tubuh namun dalam jumlah kecil yaitu untuk menjaga tubuh tetap berfungsi karena itu konsumsi lemak disarankan kurang dari 30% dari konsumsi kalori setiap hari.

Langah 3: Tingkatkan konsumsi potasium (K) dan magnesium (mg)
Pola makan yang rendah potasium magnesium menjadi salah satu faktor pemicu tekanan darah tinggi. Buah-buahan dan sayuran segar adalah sumber terbaik bagi kedua nutrisi tersebut.
Tidak heran dokter menyarankan memperbanyak buah-buahan dan sayuran untuk menurunkan tekanan darah.

Langkah 4: Makan makanan jenis padi-padian
Dalam sebuah penelitian yang dimuat dalam American Journal pf Clinical Nutrition ditemukan pria yang makan sedikitnya satu porsi per hari sereal dari jenis padi-padian kecil kemungkinan terkena penyakit jantung hingga 20%. Semakin banyak konsumsi jenis padi-padian, semakin rendah resiko penyakit koroner termasuk tekanan darah tinggi. Satu langkah penting menurunkan tekanan darah tinggi dan menghindari komplikasi akibat hipertensi adalah sesederhana memilih roti gandum alih-alih makan beras putih atau beras merah.

Langkah 5: Tingkatkan aktivitas
Tidak diragukan meningkatkan aktivitas dapat menurunkan resiko tekanan darah tinggi. Anda tidak perlu berolahraga seperti seorang atlit, hanya 30 sampai 45 menit lima hari dalam seminggu cukup untuk menurunkan hipertensi.

Langkah 6: Sertakan bantuan dari kelompok pendukung
Sertakan keluarga dan teman menjadi kelompok pendukung pola hidup sehat. Dukungan dan partisipasi orang lain membuatnya lebih mudah dan lebih asyik bagi setiap orang. Penelitian menujukan dukungan kelompok terbukti berhasil dalam membuat perubahan gaya hidup untuk mencegah tekanan darah tinggi.

Langkah 7: Berhenti merokok
Jika anda tidak merokok, itu baik bagi anda. Jika anda merokok, berhenti sekarang juga. Walaupun merokok tidak ada kaitan dengan timbulnya tekanan darah tinggi, merokok meningkatkan resiko komplikasi lain seperti penyakit jantung dan stroke pada mereka penderita hipertensi.

Hipertensi

Mei 3, 2007

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah menjadi tinggi di atas 140/90 mmHg. Jadi tidak terpengaruh dengan usia penderita berapun juga. Pada dahulu kala ada cerita bahwa pada orang yang sudah berusia lanjut maka tekanan darah boleh lebih tinggi dari biasanya, maka hal ini sekarang tidak berlaku lagi.

Hipertensi adalah keadaan tekanan darah yang meninggi, jadi hal ini diketahui dengan pemeriksaan tekanan darah. Perasaan badan yang tidak enak atau tidak nyaman tidak dapat dijadikan pegangan ataupun patokan angka tekanan darah seseorang. Memang pada orang yang sudah terbiasa dengan tekana darah tinggi terkadang mengetahui perasaan badan yang tidak enak bila tekanan darahnya meninggi, tetapi hal sering pila tidak akurat karena hal atau kondisi yang perancu keadaan ini sangat banyak, seperti kurang tidur, stres pekerjaan dan lain sebagainya.

Pengobatan tekanan darah tinggi dimulai dengan diet rendah garam, menuju berat badan yang ideal, olah raga yang teratur dan terakhir dengan obat – obatan. Kondisi tekanan darah tinggi ini adalah kondisi yang terjadi terus menerus, sehingga senantiasa untuk dikontrol pada periode waktu yang tetap seperti tiap minggu atau tiap bulan.

Hipertensi yang tidak mendapat terapi yang adekuat akan memberikan komplikasi pada organ seperti otak, jantung dan ginjal. Komplikasi pada organ ini bila sudah terjadi akan bersifat menetap. Kualitas hidup penderita hipertensi sudah pasti akan menurun bila terdapat komplikasi pada organ tadi. Pada otak terjadi kemunduran fungsi pikir atau pengurang kemampuan memori, pada jantung fungsi kerja untuk aktifitas fisik berkurang dan pada organ ginjal fungsi untuk membuang sisa metabolisme badan menurun sehingga menumpuk di tubuh yang pada akhirnya menimbulakan gangguan metabolisme.

Pada keadaan hipertensi terkadang tidak berdiri sendiri, sering bersamaan dengan penigkatan kadar gula darah, penigkatan kolesterol dan asam urat dalam darah. Hal ini semua termasuk dalam yand disebut dengan nama METABOLIK SINDROM.

Hal ini akan mempercepat kemunduran fungsi organ – organ vital.

Pada pemberian obat anti hipertensi ada berbagai macam aspek yang perlu diperhatikan yakni mekanisme kerja dari obat tersebut, kondisi penderita serta kelaianan yang sudah terjadi akibat hipertensi. Sehingga pada seorang yang menderita hipertensi terkadang obat anti hipertensi beberapa macam obat.

Hidup Sehat demi Jantung Anda

April 9, 2007

Kompas

Minggu, 04 Maret 2007

Hidup Sehat demi Jantung Anda

SUSI IVVATY

Banyak orang mengerti dan menyadari, pengaturan pola hidup dan pola makan sangat berpengaruh pada kesehatan. Namun ternyata, banyak orang sulit melakukannya. Orang cenderung suka makan enak, malas berolahraga, bahkan merokok pula. Akibatnya, kolesterol tinggi yang bisa merembet pada obesitas serta penyakit jantung koroner.

Dalam pandangan dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Omni Medical Center Jakarta, dr Imran Nito Sp PD, kampanye pola hidup sehat harus terus didengungkan agar orang tak lengah. Pola hidup tak sehat buntutnya berisiko pada jantung.

Penyakit jantung koroner, misalnya, terjadi karena pola hidup yang tak sehat dan menciderai pembuluh darah. Hal-hal yang bisa berakibat bagi jantung adalah obesitas, hipertensi, diabetes meletus, hiperkolesterol, rokok, dan asam urat.

“Semuanya itu bisa dihindari atau diminimalisir dengan pola hidup sehat, mengatur pola makan,” ujarnya.

Kenali kolesterol

Kolesterol sebenarnya tidak selamanya jahat. Ada kolesterol-LDL yang disebut sebagai kolesterol jahat atau lawan dan kolesterol-HDL sebagai kolesterol baik atau kawan. Makin tinggi kolesterol lawan, makin tinggi risiko terkena jantung koroner.

“Menurut penelitian, makin gemuk seseorang makin bertambah kadar kolesterolnya. Makin tinggi kolesterol, maka makin tinggi pula risiko kematiannya. Sebaliknya, makin rendah kolesterolnya makin jauh dia dari sakit jantung koroner,” kata Imran.

Jika LDL diturunkan satu persen, risiko terkena penyakit jantung koroner bisa turun pula satu persen. Sebaliknya, jika HDL naik satu persen, kesempatan sehat bisa naik tiga persen. Oleh karena itulah, sebaiknya orang berusaha menaikkan kadar HDL.

Ada beberapa cara nonfarmakologis yang diperkirakan dapat meningkatkan kadar kolesterol-HDL, salah satunya adalah mengubah gaya hidup. Ini antara lain bisa dilakukan dengan berolahraga teratur dan terukur, mengurangi asupan rokok, dan mengurangi berat badan.

Imran menuturkan, pola hidup sehat adalah jawaban dari semua kekhawatiran tentang hiperkolesterol dan imbasnya terhadap jantung koroner. Ia menyebutkan, seorang perokok berisiko terkena penyakit jantung koroner sebanyak 1,6 kali lebih tinggi dibandingkan bukan perokok. Penderita hipertensi berisiko terkena penyakit jantung tiga kali, sedangkan penderita hiperkolesterol (330 mg/dl) empat kali.

Jika seorang penderita hipertensi sekaligus perokok, maka risikonya bertambah menjadi 4,5 kali. Jika penderita hiperkolesterol juga perokok, risiko menjadi enam kali. Sedangkan pada penderita hipertensi yang juga hiperkolesterol, risikonya berlipat menjadi sembilan kali.

Kondisi paling parah adalah bila seseorang menderita hipertensi, hiperkolesterol, dan perokok. Risiko terkena jantung koronernya mencapai 16 kali dibandingkan seorang yang sehat.

“Ada istilah primary prevention, artinya siap-siap jangan terkena sakit jantung. Ada pula secondary prevention bagi yang pernah terkena sakit jantung dan selamat. Dia harus lebih hati-hati dan menjaga kesehatan,” kata Imran.

Menjaga berat badan

Menurut Imran, setiap orang mempunyai strategi berbeda dalam menurunkan kadar kolesterol. Namun, beberapa syarat sebaiknya dipenuhi, antara lain menjaga berat badan agar ideal, berhenti merokok, mengukur kadar gula darah secara teratur (misalnya sekali setahun), mengukur tekanan darah secara teratur, berolahraga secara teratur, dan diet seimbang (dengan pola makan empat sehat lima sempurna).

“Soal menjaga berat badan ini kan masing-masing orang mempunyai strategi. Salah satunya dengan mengatur makanan. Biasanya, tanpa disadari, kalau makan orang sering kali mengonsumsi terlalu banyak nasi. Padahal justru porsi nasi sebaiknya dikurangi. Lalu, lauk dan sayur juga harus sama beratnya. Jangan Anda mengambil ayam dua potong, tetapi mengonsumsi sayur sedikit sekali,” papar Imran.

Untuk berolahraga, setiap orang juga mempunyai kecenderungan berbeda. Ada orang menyukai olahraga yang berbau permainan dan kental unsur hiburan, tetapi ada pula yang gemar olahraga berat.

Widia Saraswati, Pemimpin Redaksi Tabloid Senior mengatakan, olahraga paling efektif untuk penurunan kadar kolesterol dan gula darah adalah berjalan kaki selama minimal 30 menit tanpa jeda. Olahraga bagi non-olahragawan sebaiknya dilakukan minimal dua kali sepekan. Ini mengingat efek termis olahraga akan hilang selama 72 jam.

Widia menambahkan, selama ini Jepang dikenal sebagai negara yang rendah kasus jantung koronernya. Ini karena penduduknya kerap mengonsumsi ikan yang tak digoreng.